Sabtu, 27 September 2014

Palembang kembali Diselimuti Asap Pekat

Munculnya kabut asap di Sumsel juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Pekatnya kabut asap menyebabkan lumpuhnya aktivitas penerbangan di Jambi kemarin pagi hingga siang.

SETELAH tiga hari diguyur hujan, kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, sejak kemarin pukul 11.00 WIB. Sumber asap berasal dari kebakaran lahan gambut dan hutan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Menurut Kasi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin II, Agus Santosa, asap yang tertiaup angin tenggara menuju selatan dan masuk ke Palembang dan Jambi. Dari pantauan di OKI terdapat 180 titik api dengan perincian 24 titik di Kecamatan Cengal, 130 titik di Kecamatan Tulung Selapan, 3 di Mesuji, 2 di Pampang, 6 di Pedamaran, dan 5 di Pematang Panggang. “Sebaran titik api ini berdasarkan pantauan satelit Terra Aqua Modis sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Agus, kemarin.

Satu titik api juga masih terpantau di Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin. Kepala Badan Penang gulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulzar Dinoto menduga munculnya asap pekat disebabkan upaya pemadaman kebakaran hutan di OKI dengan cara water bombing menggunakan dua helikopter M 18 dan Skorky. Munculnya kabut asap di Sumsel juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi.Pekatnya kabut asap menyebabkan lumpuhnya aktivitas penerbangan di Jambi kemarin pagi hingga siang.

Pantauan BMKG menyebutkan pekatnya kabut asap menyebabkan jarak pandang terbatas hanya berkisar 1.000-1.500 meter. Jarak tersebut masuk kategori tidak aman untuk pendaratan pesawat.

Di Riau, kabut asap yang cukup pekat selama sepekan ini menyebabkan ribuan warga menderita penyakit infeksi saluran pernapasan atas, asma, pneumonia, iritasi mata, dan iritasi kulit.

Dari data Dinas Kesehatan Riau disebutkan, 2.206 warga terserang lima penyakit tersebut selama bencana asap terjadi di wilayah itu.

Sementara itu, di lereng Gunung Welirang Arjuno, Mojokerto, Jawa Timur, terjadi kebakaran hutan sejak Selasa (23/9). Sedikitnya 25 hektare hingga 50 hektare hutan raya di lereng gunung tersebut terbakar.

“Dari lokasi terpantau ada tiga titik api. Kami sudah mengerahkan petugas Ja gawana Tahura untuk memadamkan api,” kata Kasi Penanggulangan Bencana PMI Mojokerto, Didik Sudarsono. (Bhm/ SL/RK/FL/SS/N-4) Media Indonesia, 25/09/2014, halaman 11