Minggu, 13 April 2014

Uji Mobil Listrik Masuk Tahap Akhir

PERKEMBANGAN proyek mobil listrik yang tengah dikerjakan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) hingga saat ini masih berada pada tahap pengujian menuju level 8. Pengujian tersebut akan terus berlangsung hingga mencapai tahap pengujian level 9.

“Pada tahapan yang baru mau mencapai level 8 itu, pengujian masih mengevaluasi kekurangan mobil listrik. Setelah mencapai tahapan level 9, mobil listrik bisa kita serahkan kepada industri dan BUMN untuk diproduksi secara massal,’’ ungkap Menristek Gusti Muhammad Hatta kepada pers, di Jakarta, kemarin.

Ia menyampaikan mobil listrik yang akan diproduksi massal itu bermanfaat untuk mengurangi cadangan minyak Indonesia yang semakin menipis. Apalagi, saat ini sudah ada sekitar 16 juta kendaraan roda empat di Indonesia pada 2010 dan mungkin jumlah itu akan mencapai 25 juta kendaraan pada 2020.

“Kemenristek menawarkan mobil listrik ini untuk masyarakat Indonesia sebagai pengganti mobil konvensional.
Selain mengurangi konsumsi BBM (bahan bakar minyak), mobil listrik ini dapat mengurangi emisi gas karbon yang paling banyak diproduksi mobil,’’ ungkapnya.

Staf ahli Menristek bidang Transportasi Wayan Budiastra menambahkan pada tahun depan ditargetkan, semua mobil listrik, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, sudah dapat diuji. Beberapa hal yang harus diuji dari sebuah mobil listrik antara lain, kekuatan listrik, motor penggerak listrik, baterai, motor listrik, dan sistem transmisi.

Setelah mobil listrik itu lolos diuji Kemenristek, pihaknya akan mengirim mobil-mobil tersebut untuk mengikuti uji tipe di Kementerian Perhubung an (Kemenhub). “Setelah lolos uji tipe dari Kemenhub tersebut, barulah Kemenhub akan merekomendasikan ke kepolisian untuk mengeluarkan STNK (surat tanda nomor kendaraan),’’ tukas Wayan. (Vei/H-2/ MEDIA INDONESIA, 12/04/2014, HAL : 13)